Simpati Untuk Leicester Sudah Hilang

Legenda Liverpool, Jamie Carragher, mengkritik keputusan Leicester City yang memecat Claudio Ranieri, Kamis (23/2). Carragher menganggap Leicester bukan tim yang sama tanpa adanya Ranieri.

Sembilan bulan setelah memberi Leicester gelar juara Liga Primer, Ranieri dipecat manajemen Leicester. Bagi Carragher, Ranieri tidak mendapat rasa hormat yang pantas didapatkannya.

Pemecatan Ranieri dianggap Carragher akan membuat Leicester kehilangan simpati. Mantan wakil kapten Liverpool itu yakin suporter tidak akan sedih jika melihat The Foxes terdegradasi.

“Saya pikir orang-orang tidak ingin melihat Ranieri terdegradasi bersama Leicester, tapi sekarang rasa simpati itu sudah hilang,” ujar Carragher kepada Sky Sports.

“Ada banyak simpati untuk Leicester karena mereka sedang terpuruk di papan bawah liga, namun saya pikir sekarang tidak akan ada tangisan dari pihak luar Leicester jika mereka terdegradasi, menyusul keputusan ini. Leicester adalah tim kedua bagi semua orang, tapi sekarang tidak lagi.”

Carragher mengantakan manajemen Leicester seharusnya tidak perlu panik dengan memecat Ranieri menyusul posisi buruk di Liga Primer. Carragher menganggap klub seperti Leicester memang terbiasa terdegradasi.

“Orang-orang berpikir sebuah bencana jika klub mereka terdegradasi, tapi Leicester selalu menjadi klub yoyo. Leicester akan selalu jadi klub seperti itu, kondisinya tidak akan berubah meski mereka pernah menjadi juara Liga Primer,” ucap Carragher.

Ranieri merupakan manajer tersukses Leicester sejauh ini setelah sukses membawa The Foxes menjadi juara Liga Primer Inggris musim lalu. Leicester saat ini berada di posisi ke-17 klasemen sementara Liga Primer, satu setrip di atas zona degradasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *