Leicester City, Musim Lalu Jadi Juara Musim Ini Jadi Tim Terburuk

Leicester City, Musim Lalu Jadi Juara Musim Ini Jadi Tim Terburuk
Leicester City, Musim Lalu Jadi Juara Musim Ini Jadi Tim Terburuk

Leicester City, Musim Lalu Jadi Juara Musim Ini Jadi Tim Terburuk

Juara Liga Primer Inggris 2015/2016 Leicester City tak kunjung  keluar dari keterpurukannya dan kini hanya terpaut satu poin dari zona degradasi usai ditekuk Swansea City 0-2, Minggu (12/2).

Berdasarkan data Opta, pada 2017 ini Leicester juga jadi kesebelasan terburuk di empat level kompetisi di Inggris setelah hanya mengumpulkan satu poin dari enam pertandingan. Capaian ini sama dengan Aston Villa, Conventry City dan Leyton Orient.

Satu-satunya poin yang berhasil mereka kumpulkan adalah ketika menahan imbang Middlesbrough 0-0 pada 2 Januari silam. Setelahnya, The Foxes ditekuk Chelsea, Southampton, Burnley, Manchester United dan Swansea.

Terakhir kalinya skuat asuhan Claudio Ranieri ini mengubah papan skor adalah ketika menekuk West Ham United 1-0, hanya satu hari sebelum tahun berganti menjadi 2017. Catatan negatif ini salah satunya disebabkan ketidakmampuan mereka mencetak gol. Jamie Vardy dan kawan-kawan sama sekali tak membobol gawang lawan dalam enam pertandingan tersebut, atau lebih dari 10 jam tak mencetak gol.
Dari total 25 pertandingan, Leicester hanya mampu mengoleksi 24 gol. Penyerang tersubur mereka adalah Islam Slimani dan Jamie Vardy sama-sama baru mencetak lima gol — Slimani dari 14 laga sementara Vardy 22 laga.

Uniknya, torehan Leicster itu berbanding terbalik dengan prestasi mereka di kompetisi berformat turnamen. Leicester lolos ke babak 16 Besar Liga Champions dan juga ke 16 Besar Piala FA.

Ranieri sendiri menyayangkan kekalahan melawan Swansea karena menurutnya para pemain Leicester bermain baik di menit-menit awal.

“Sulit dipercaya. Kami memulai pertandingan dengan baik karena kami ingin membuat hasil yang bagus melawan tim lain yang berada di dekat zona degradasi,” kata Ranieri seperti dilansir BBC.

“Kami membuat peluang bagus, namun mereka berhasil mencetak gol melalui tembakan pertama yang mengarah ke gawang. Kemudian kesempatan kedua mereka juga kembali berbuah gol.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *