Cerita Bapak dan Anak di Sepak Bola Indonesia

Cerita Bapak dan Anak di Sepak Bola Indonesia

Cerita Bapak dan Anak di Sepak Bola Indonesia

Tan Liong Houw merupakan bagian dari generasi emas pertama dalam sepak bola Indonesia. Ia masuk dalam skuat Garuda pada Olimpiade 1956 di Melbourne. Penampilan Indonesia di Olimpiade pertama dan pencapaian itu belum disamai oleh generasi berikutnya.

Tan, atau Latief Harris Tanoto asal Surabaya, juga menurunkan bakat sepak bola kepada anak-anaknya. Dua anak Tan yang mencuat di sepak bola Indonesia adalah Wahyu dan Budi Tanoto. Keduanya memperkuat Timnas Indonesia pada akhir 1970-an hingga pertengahan 1980-an.

Budi Tanoto yang berposisi sebagai striker masuk dalam skuat Indonesia yang tampil pada Piala Dunia Junior (U-20) di Tokyo pada 1979. Itu merupakan pencapaian terbaik Timnas Indonesia dalam ajang kelompok usia.

Selain empat keluarga di atas, ada beberapa pasangan bapak-anak di sepak bola Indonesia, seperti Rudy Keltjes dan Stefan Keltjes, Jaya Hartono dan Gani Jaya Ramadhan yang pernah berada dalam satu tim di Persepam Madura Utama musim 2015.

Beberapa legenda sepak bola Indonesia juga tengah membimbing anaknya yang masih dalam usia pembinaan. Duo asisten pelatih Arema Cronus, I Made Pasek Wijaya dan Joko Susilo juga memiliki anak yang tengah belajar sepak bola.

Anak Joko Susilo adalah Roista Reistifar yang masuk akademi Arema. Sementara, putra Made Pasek, I Made Andhika Wijaya gabung pelatda Kota Denpasar. Mantan gelandang PSM Makassar Hengky Siegers juga menuntun putranya, Habel Kevin di jalur sepak bola. Kevin masuk dalam skuat Timnas U-16 yang meraih runner-up Piala AFF 2013.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *