Bukan Lagi ‘JM’ Tapi ‘CR’

Bukan Lagi 'JM' Tapi 'CR'
Bukan Lagi 'JM' Tapi 'CR'

Bukan Lagi ‘JM’ Tapi ‘CR’

Solidaritas atas pemecatan Claudio Ranieri kembali ditunjukkan Manajer Manchester United Jose Mourinho. Kali ini seperti apa aksi The Special One?

Ranieri baru saja kehilangan pekerjaannya sebagai manajer Leicester City menyusul performa buruk tim musim ini. Laga melawan Sevilla di leg pertama 16 besar Liga Champions jadi pertandingan terakhir Ranieri di klub itu.

Padahal tepat 10 bulan lalu, Ranieri baru saja mencatatkan sejarah besar di klub itu dengan memberikan trofi Premier League yang jadi salah satu kejutan besar di dunia olahraga saat ini.

Namun menurunnya performa tim selepas pergantian tahun, terutama di liga yang sudah melalui enam laga tanpa kemenangan dan dekat dengan zona degradasi, maka mau tak mau Ranieri pun dipecat.

Mourinho, yang dulu dikenal tak akur dengan Ranieri, malah jadi orang pertama yang mengucapkan simpati atas pemecatan koleganya tersebut. Padahal dulu Ranieri dipecat Chelsea gara-gara kedatangan Mourinho.

Kini Mourinho kembali menunjukkan rasa solidaritasnya atas ketidakadilan yang didapat Ranieri dari Leicester. Dalam konferensi pers jelang Final Piala Liga Inggris, Jumat (24/2) waktu setempat, Mourinho mengenakan polo shirt hitam bertuliskan inisial ‘CR’ di dada kanan yang berarti Claudio Ranieri, bukan ‘JM’ seperti biasanya.

Menurut Mourinho, apa yang menimpa Ranieri lebih menyakitkan ketimbang yang didapatnya musim lalu saat dipecat Chelsea karena tampil buruk usai jadi juara liga di 2014/2015.

“Ketika aku dipecat sebagai seorang juara (oleh Chelsea), itu hal yang sangat negatif. Tapi aku tahu itu tidak apa-apanya,” ujar Mourinho di Soccernet.

“Dukunganku adalah lewat baju ini. Persembahan kecilku untuk pria yang sudah menuliskan cerita paling indah di Premier League,” sambungnya sambil menunjuk inisial CR.

“Seseorang yang pantas dijadikan nama stadion Leicester – The Claudio Ranieri Stadium.”

“Leicester membuat cerita indah dalam dua tahun ini – cerita paling indah dan mereka kini juga disorot karena keputusan yang membuat semua orang di sepakbola ini sulit menerimanya.”

“Penting untuk kami menyadari bahwa inilah sepakbola dan kami harus beradaptasi,” tutupnya.

Sharing is caring!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *