Antusiasme Milla Belajar Bahasa Indonesia

Tak Hanya Jadi Pelatih Timnas, Milla Juga Menjadi 'Guru'
Antusiasme Milla Belajar Bahasa Indonesia

Antusiasme Milla Belajar Bahasa Indonesia

Dikontrak selama dua tahun untuk menjadi pelatih timnas Indonesia membuat Luis Milla beserta asistennya, Eduardo Perez dan Miguel Gandia, antusias mempelajari bahasa Indonesia. Setidaknya ia mulai menghafal kata keseharian di Indonesia

Kurang dari sebulan berada di Indonesia, ketiganya kini sudah bisa mengucapkan kata sapaan (apa kabar) dalam bahasa Indonesia. Demikian diceritakan asisten pribadi Milla, Bayu Eka Sari Teguh.

Bayu bahkan berinisiatif membuatkan kamus khusus berisi kata-kata yang biasa digunakan sehari-hari dan juga beberapa istilah lumrah di sepak bola Indonesia.

“Sekarang Milla sudah bisa mengucapkan salam, Pagi, Siang, Sore, apa kabar? Mereka senang belajar bahasa Indoensia. Karena mereka ingin dekat dengan pemain, jadi mereka sangat antusias untuk bisa,” kata Bayu melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia, Jumat (24/2).Kamus sederhana buatan Bayu hanya sebanyak lima lembar. Namun, semua istilah dilengkapi terjemahan dalam tiga bahasa, Indonesia, Inggris, dan Spanyol. Total, ada sekitar 150 kata yang masuk dalam kamus buatan tersebut.

Tidak hanya ketiga pelatih asal Spanyol itu, pemain-pemain yang masuk dalam seleksi timnas tahap pertama juga diajarkan bahasa keseharian Spanyol. Ini bertujuan agar tercipta rasa saling menghargai antara pemain dan pelatih melalui persilangan bahasa.

Kamus yang dibuat itu, lanjut Bayu, diperuntukan bagi semua komponen timnas, baik itu pemain maupun ofisial. Sebab, diakuinya, banyak staf ofisial timnas yang ingin berkomunikasi langsung dengan pelatih.”Ada beberapa pemain yang mengerti sedikit-sedikit bahasa Spanyol, seperti Bagas Adi, Hansamu Yama Pranata, Hanif Abdurrauf Sjahbandi, Ryuji Utomo, Evan Dimas. Tapi yang paling jago bahasa Spanyolnya si Hanif,” sebut Bayu.

“Setidaknya dengan kamus ini semua bisa saling sapa. Begitu juga sebaliknya. Mereka juga dengan senang hati ingin mengenal Indonesia lebih dekat lagi melalui bahasa,” terangnya.

Usai sesi tanya jawab dengan media, Milla yang jalan menuju pintu keluar dengan lirih mengucapkan terima kasih.Ucapan ‘terima kasih’ juga sempat terdengar dari mulut Milla ketika usai menggelar konferensi pers di sesi latihan pertama seleksi timnas di Hotel Yasmin, Karawaci, Tangerang, Selasa (21/2).

Hal yang sama juga dilakukan Miguel Gandia usai berbincang dengan awak media, Kamis (23/2). Usai memberikan keterangan pada awak pers, Gandia tak lupa mengucapkan terima kasih.

Milla ingin menularkan pemainnya untuk terbiasa mengucap ‘terima kasih’ di setiap kesempatan. Kata tersebut juga menjadi wajib diucapkan sesama pemain di dalam dan luar lapangan.

Antusiasme Milla belajar bahasa patut diacungi jempol. Sebab, hal ini jarang dilakukan pelatih asing lainnya yang memang kontrak kerjanya rata-rata berdurasi singkat.

Alfred Riedl misalnya. Kendati sudah melatih Indonesia sejak 2010, namun ia tak bisa mengucap bahasa Indonesia baik dalam kalimat sederhana sekalipun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *